HARMONISASI HUKUM ADAT DAN HUKUM ISLAM DALAM SISTEM TUNGGU TUBANG PADA MASYARAKAT ADAT SEMENDO

Authors

  • Annisa Tassia Hutagalung Universitas Sriwijaya
  • Fitria Amini Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.55849/attasyrih.v12i1.548

Keywords:

Hukum Islam, Hukum Waris Adat Tunggu Tubang, Harmonisasi

Abstract

Penelitian ini mengkaji penyelarasan antara peraturan tradisional dan aturan Islam dalam sistem Tunggu Tubang adat Semendo. Sistem ini merupakan bentuk pewarisan adat yang memberikan penguasaan harta pusaka kepada anak perempuan tertua sebagai penjaga keberlanjutan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi sistem Tunggu Tubang serta kesesuaiannya dengan prinsip hukum kewarisan Islam.. Metode yang digunakan merupakan penelitian hukum normatif dengan menjalankan pendekatan legislasi, konseptual, dan juga pendekatan terkait. adat dan dilengkapi dengan data empiris berupa wawancara dengan tokoh adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem Tunggu Tubang masih eksis dalam masyarakat Semendo karena dianggap mampu menjaga keutuhan harta keluarga dan menjamin keberlangsungan tanggung jawab sosial dalam keluarga, namun dalam praktiknya mengalami penyesuaian melalui pemisahan harta pusaka dan harta pencarian Namun, dalam perspektif hukum Islam, sistem ini dapat diterima sebagai bentuk ‘urf selama tidak bertentangan dengan prinsip faraidh dan tidak menghilangkan hak ahli waris, meskipun sistem tersebut memiliki beberapa ketidak sesuaian, terutama dalam hal pembagian hak waris yang seharusnya diberikan kepada seluruh ahli waris berdasarkan ketentuan faraidh. Meski demikian, nilai-nilai musyawarah, tanggung jawab keluarga, dan kemaslahatan yang terkandung dalam sistem Tunggu Tubang masih tetap sesuai dengan dasar-dasar hukum Islam. Penyelarasan antara hukum adat Semendo dan hukum Islam melalui pola pembagian warisan yang tetap mempertahankan eksistensi harta pusaka adat sebagai simbol budaya masyarakat Semendo, namun tetap memperhatikan prinsip keadilan serta pelaksanaan hak-hak pewaris menurut syariat Islam. Harmonisasi tersebut dapat dilakukan dengan membedakan antara warisan adat dan kekayaan yang didapat, serta menempatkan diskusi keluarga sebagai cara untuk mencapai keadilan dan kesejahteraan bersama.

References

Abdul Ghofur Anshori. Hukum Kewarisan Islam di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2019.

Abdul Wahhab Khallaf. Ilmu Ushul Fikih. Kairo: Dar al-Qalam, 2018.

Ahmad Rofiq. Hukum Perdata Islam di Indonesia. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2021.

Amir Syarifuddin. Hukum Kewarisan Islam. Jakarta: Kencana, 2020.

Asep Saepudin Jahar. Hukum Keluarga, Pidana, dan Bisnis Islam. Jakarta: Kencana, 2021.

Deri Eka Putra, “Harmonisasi Hukum Waris Adat dengan Hukum Kewarisan Islam dalam Penyelesaian Sengketa Keluarga di Masyarakat Kampar,” GAGASAN HUKUM Vol. 7 No. 02 Desember 2025 https://doi.org/10.31849/305b1j06.

Dominikus Rato. Hukum Adat Suatu Pengantar Singkat Memahami Hukum Adat di Indonesia. Yogyakarta: LaksBang Justitia, 2015.

Eman Suparman. Hukum Waris Indonesia dalam Perspektif Islam, Adat, dan BW. Bandung: Refika Aditama, 2022.

Fathurrahman Djamil. “Maqashid Syariah dalam Pembagian Harta Warisan.” Jurnal Ahkam, Vol. 23, No. 1, 2024.

Hafazhah Ar Ra’d, Muhammad Yassir. Harmonisasi Hukum Waris Islam Dan Hukum AdatUSRAH, Analisis TradisI Pembagian Damai Dalam Kerangka Maqashid Syariah Volume 7 Nomor 1, Januari 2026. Hlm 245 – 263 https://doi.org/10.46773/5hrykg12.

Haidir Rachman,“Harmonisasi Hukum Adat dan Hukum Islam Dalam Sistem Pewarisan Di Semende Provinsi Sumatera Selatan Berasaskan Keseimbangan Sebagai Kontribusi Pembentukan Hukum Kewarisan Nasional,”Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, Vol. 3, No. 1, 2021, hlm. 160–170 https://doi.org/10.47313/jkik.v3i1.1091.

Hilman Hadikusuma. Hukum Waris Adat. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2018.

Imam al-Bukhari. Shahih al-Bukhari. Beirut: Dar al-Fikr, t.t.

Imam Muslim. Shahih Muslim. Beirut: Dar al-Fikr, t.t.

Jasser Auda. Maqashid Al-Shariah as Philosophy of Islamic Law. London: IIIT, 2021.

M. Quraish Shihab. Tafsir Al-Mishbah. Jakarta: Lentera Hati, 2021.

Maizidah Salas, Susilo Wardani, dan Teguh Suroso, “Harmonisasi Hukum Waris Islam, Hukum Adat dan Hukum Nasional,” Jurnal Penelitian Serambi Hukum, Vol. 18, No. 2, 2024 https://doi.org/10.59582/sh.v18i02.1339.

Muhammad Ali Ash-Shabuni. Hukum Waris dalam Islam. Jakarta: Diponegoro, 2020.

Otje Salman. Kesadaran Hukum Masyarakat terhadap Hukum Waris Adat. Bandung: Alumni, 2019.

Peter Mahmud Marzuki. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana, 2021.

Rohmansyah, Zayad Abd. Rahman, dan Abdul Wahab Ahmad Khalil,“Praktik Waris Adat Tunggu Tubang pada Masyarakat Semendo Pajar Bulan Lampung Barat,”Mahakim: Journal of Islamic Family Law, Vol. 6, No. 2, 2022 https://doi.org/10.30762/mahakim.v6i2.152

Salmudin, Firman Muntaqo, dan KN Sopyan Hasan,“Tunggu Tubang as a Method for Peaceful Inheritance Distribution of Semende Indigenous Peoples,”De Jure: Jurnal Hukum dan Syariah, Vol. 13, No. 1, 2021, hlm. 119–132. https://doi.org/10.18860/j-fsh.v13i1.11028

Sayyid Sabiq. Fiqh Sunnah. Beirut: Dar al-Fikr, 2019.

Soejono Dirdjosisworo. Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2018.

Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2018.

Solihan, Izomiddin, Mohammad Syawaludin, Kiki Mikail, dan Padila., “Legal Syncretism in Practice: Acculturation of Islamic and Customary Norms in the Tunggu Tubang Marriage Tradition of Semende,” Nurani: Jurnal Kajian Syari’ah dan Masyarakat, Vol. 25, No. 1, 2025. https://doi.org/10.19109/nurani.v25i1.25060

Wahbah az-Zuhaili. Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Damaskus: Dar al-Fikr, 2019.

Zainal Arifin.“Harte dan Tungguan: Redefinisi Adat Tunggu Tubang pada Komunitas Semende Migran.”Jurnal Masyarakat dan Budaya, Vol. 22 No. 2, 2020. https://doi.org/10.14203/jmb.v22i2.887

Zainuddin Ali. Pelaksanaan Hukum Waris di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2020.

Downloads

Published

2026-06-18

How to Cite

Tassia Hutagalung, A. ., & Amini, F. (2026). HARMONISASI HUKUM ADAT DAN HUKUM ISLAM DALAM SISTEM TUNGGU TUBANG PADA MASYARAKAT ADAT SEMENDO. At-Tasyrih: Jurnal Pendidikan Dan Hukum Islam, 12(1), 539–549. https://doi.org/10.55849/attasyrih.v12i1.548