MAKNA PENDERITAAN PEREMPUAN DALAM PUISI “طلاق امرأة”. ANALISIS SEMIOTIK MICHAEL RIFFATERRE

Authors

  • Fiagi Febrian Muchairi Universitas Islam Neger Syarif Hidayatullah

DOI:

https://doi.org/10.55849/attasyrih.v12i1.571

Keywords:

penderitaan perempuan, puisi Arab, Ṭalāq Imra'ah, semiotika, Michael Riffaterre

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna penderitaan perempuan dalam puisi Ṭalāq Imra'ah (طلاق امرأة) karya Riyadh Al-Qadi menggunakan pendekatan semiotika Michael Riffaterre. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa teks puisi Ṭalāq Imra'ah. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan teknik dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pembacaan heuristik dan hermeneutik menurut teori semiotika Michael Riffaterre. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi ini merepresentasikan penderitaan perempuan yang disebabkan oleh pengkhianatan, hilangnya kepercayaan, kekecewaan, serta perpisahan dalam hubungan rumah tangga. Melalui pembacaan heuristik ditemukan makna literal yang menggambarkan konflik dan keretakan hubungan, sedangkan pembacaan hermeneutik mengungkap makna yang lebih mendalam berupa luka batin, kehancuran harapan, dan ketidakberdayaan perempuan setelah perceraian. Berbagai simbol dan metafora yang digunakan penyair memperlihatkan kondisi psikologis perempuan yang mengalami tekanan emosional akibat berakhirnya hubungan pernikahan. Dengan demikian, puisi Ṭalāq Imra'ah tidak hanya menggambarkan pengalaman individual, tetapi juga merepresentasikan realitas sosial mengenai penderitaan perempuan pasca perceraian.

References

Al-Zayyat, A. H. (2002). Fi ushul al-adab: Maqalat wa muhadharat fi al-adab al-'arabi. Matba'at al-Risalah.

Aminuddin. (2000). Pengantar apresiasi karya sastra. Sinar Baru Algesindo.

Erlita, Y. (2020). Language function in social life and its influences. BAHAS, 31(4), 201. https://doi.org/10.24114/bhs.v31i4.21859

Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075

Keraf, G. (2009). Diksi dan gaya bahasa. Gramedia.

Khalayli, K. (1993). Jumhurat rawa'i al-ghazal fi al-shi'r al-'arabi. Bibliotheca Alexandrina.

Lewar, E. S. B., dkk. (2023). Effective communication in social life. Journal of Community Engagement in Health, 6(1), 79–82. https://doi.org/10.30994/jceh.v6i1.386

Malahati, F., dkk. (2023). Kualitatif: Memahami karakteristik penelitian sebagai metodologi. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(2), 341–348. https://doi.org/10.46368/jpd.v11i2.902

Mozumder, S. C. (2020). Marital suffering in Sylvia Plath's poetry: A feminist reading. American, British and Canadian Studies, 34(1), 124–146. https://doi.org/10.2478/abcsj-2020-0008

Nurgiyantoro, B. (2007). Litera: Jurnal penelitian bahasa, sastra, dan pengajarannya. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta, 6(2).

Nurgiyantoro, B. (2018). Stilistika. Gadjah Mada University Press.

Ratna, N. K. (2009). Stilistika: Kajian puitika bahasa, sastra, dan budaya. Pustaka Pelajar.

Riffaterre, M. (1978). Semiotics of poetry. Indiana University Press.

Teeuw, A. (1984). Sastra dan ilmu sastra: Pengantar teori sastra. Dunia Pustaka Jaya.

Downloads

Published

2026-08-08

How to Cite

Muchairi, F. F. (2026). MAKNA PENDERITAAN PEREMPUAN DALAM PUISI “طلاق امرأة”. ANALISIS SEMIOTIK MICHAEL RIFFATERRE. At-Tasyrih: Jurnal Pendidikan Dan Hukum Islam, 12(1), 567–585. https://doi.org/10.55849/attasyrih.v12i1.571