Integrasi Agama dan Sains Dalam Perspektif Hossein Nasr
DOI:
https://doi.org/10.55849/attasyrih.v11i1.296Keywords:
Integrasi, Ilmu Agama, Sains, Tauhid, Husain NasrAbstract
Integrasi ilmu agama dan sains menurut Husain Nasr didasarkan pada prinsip tauhid, yaitu kesatuan Tuhan sebagai fondasi utama kesatuan alam semesta. Nasr menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dalam Islam tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai spiritual dan wahyu Ilahi. Ia mengkritik paradigma sains modern Barat yang cenderung sekuler dan profan, serta menekankan pentingnya mengembalikan ilmu pengetahuan kepada akar tradisi yang transendental. Dalam pandangan Nasr, semua ilmu yang layak disebut sebagai sains Islam harus menunjukkan keterpaduan dan interrelasi segala yang ada, menuju kesatuan Ilahi sebagaimana tercermin dalam kesatuan alam. Untuk itu, Nasr menawarkan konsep hierarki keilmuan, di mana ilmu fisik dan empiris tetap berada di bawah bimbingan kebijaksanaan spiritual (sapientia). Integrasi ini diyakini mampu menyelesaikan krisis spiritual dan eksistensial manusia modern, serta mewujudkan manusia paripurna (al-insân al-kâmil). Dengan demikian, integrasi ilmu agama dan sains menurut Husain Nasr bukan sekadar penyatuan dua disiplin, melainkan upaya mengembalikan ilmu kepada fitrahnya yang sakral dan holistik, demi terciptanya keharmonisan dan kebahagiaan dunia-akhirat.
References
Ach. Maimun, Seyyed Hossein Nasr, Pergulatan Sains dan Spiritualitas Menuju Paradigma Kosmologi Alternatif (Yogyakarta: Ircisod, 2015).
Ahmad Abdullah, ‘INTEGRASI AGAMA DAN SAINS DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM’, 13.1 (2022), 120–34.
Dkk Rika Widianita’, AT-TAWASSUTH: Jurnal Ekonomi Islam, VIII.I (2023), 1–19.
Hisny Fajrussalam, Nurwadjah Ahmad E.Q., and Andewi Suhartini, ‘Paradigma Teologi Pendidikan Islam: Konsep Khalifah Perspektif Nilai-Nilai Etika Budaya Sunda Di Jawa Barat’, AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1.1 (2020), 1–16 <https://doi.org/10.35719/adabiyah.v1i1.13>.
Hossein Nasr, Khaldun Pendekatan, and Ismail Raji, ‘Integrasi Islam Dan Sains Dalam Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi , Seyyed Dan Ihsan Berdasarkan Al-Qur ’ an , Hadits , Dan Qoul Ulama Fakultas Tarbiyah , Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah , Universitas Islam Berbagai Penelitian Sebelumnya Juga Telah Mengkaji Hubungan Antara Islam Dan Sains . ( Amini et Al ., 2024 ). Sementara Al-Faruqi Menekankan Perlunya Sains Yang Berbasis Pada Prinsip-’, 2 (2024).
M Amril and Hasian Toyyiba Elpasamani, ‘Integrasi Agama Dan Sains Dalam Persfektif Seyyed Hossein Nasr’, 8 (2024), 50649–56.
Muhammad Abduh and Kerwanto, ‘EDUMULYA?: Jurnal Pendidikan Agama Islam INTEGRASI ISLAM DAN SAINS TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM DI’, EDUMULYA: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 01.02 (2023), 8–24. Rizki Amrillah dan Lukmanul Hakim, “Pandangan Kritis Syed Hossein Nasr Terhadap Relasi Sains dan Agama,” t.t., https://doi.org/10.53947/perspekt.v1i5.228.
Selvia Santi, ‘Relasi Agama Dan Sains Menurut Seyyed Hossein Nasr Dan Ian G Barbour’, Prosiding Konferensi Integrasi Interkoneksi Islam Dan Sains, 1.September (2018), 171–76 .
Seyyed Hossein Nasr, “The Spiritual and Religious Dimensions of The Environmental dalam http://The_Spiritual_and_Religious _Dimensions_of_The_Environmental_Crisis, diakses pada 2 November 2015.
Seyyed Hossein Nasr, “Filsafat Perennial: Perspektif Alternatif Untuk Stusi Agama”, Jurnal Ulumul Qur’an, Vol. III No.3, Januari 2000.
Seyyed Hossein Nasr, “Islam http://www.muslimphilosophy.com/ip/nasr1.htm, diakses 26 Juli 2013. and Modern
Syarif Hidayatullah, Fakultas Filsafat, and Universitas Gadjah Mada, ‘KONSEP ILMU PENGETAHUAN SYED HUSSEIN NASHR?’:, 28.1 (2019), 111–39 .
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nur Wulandari Sunawir, Eva Dewi, Edwy Melinia Rezeky Nurcahyani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





















